Archive for August 2011
Bintang Malam
26 Agustus 2011
Malam itu di Bandung benar-benar dingin dan tidak bisa ditolerir. Badan lelah yang sudah tidak sanggup lagi mengerjakan Tugas Akhir pun terhenti karena tergganggu karena faktor eksternal (Thanks GOD).
Akhirnya aku memutuskan untuk mencoba melakukan hal yang tak mungkin dipikirkan untuk orang-orang yang berada di tempat itu, yaitu berbaring di halaman Sunken Court dan menengadah ke langit sambil menikmati keadaan langit pada malam itu.
Seketika itu juga aku berpikir untuk menulis sebuah sebagai pelarian dari masalah yang ada atau dengan kata lain galau. Beginilah hasil perenungan puisi pada malam itu.
By: Hdtreyn (di suatu malam yang dingin di depan tempat sepasang kaki terhenti)
Malam itu di Bandung benar-benar dingin dan tidak bisa ditolerir. Badan lelah yang sudah tidak sanggup lagi mengerjakan Tugas Akhir pun terhenti karena tergganggu karena faktor eksternal (Thanks GOD).
Akhirnya aku memutuskan untuk mencoba melakukan hal yang tak mungkin dipikirkan untuk orang-orang yang berada di tempat itu, yaitu berbaring di halaman Sunken Court dan menengadah ke langit sambil menikmati keadaan langit pada malam itu.
Seketika itu juga aku berpikir untuk menulis sebuah sebagai pelarian dari masalah yang ada atau dengan kata lain galau. Beginilah hasil perenungan puisi pada malam itu.
Bintang Malam
Malam yang dingin
Hanya kehampaan
Hanya kesunyian
Tanpa kata-kata dan perbuatan
Ketika tertidur di atas kasur beton
Semua terasa menyenangkan
Ketika suatu titik, seberkan cahaya
Muncul menerangi hati yang redup
Melihatmu, membayangkanmu
Mengubah hati yang sepi
Penerang malam yang dingin
Menghapus hati yang gundah
Bintang malam
Teruslah bersinar
Walaupun awan malam datang menutupi
Sinarmu tak akan pernah padam
Karena dirimu selalu ada di hatiku
By: Hdtreyn (di suatu malam yang dingin di depan tempat sepasang kaki terhenti)
