- Back to Home »
- labilicious , story »
- #3 Labilicious: Nge-Gym Disana Beda dengan Disini
Posted by : pratamahrs
Sunday, August 10, 2014
Jakarta, 07th August 2014
Dewasa ini, olahraga merupakan salah satu akivitas yang cukup mendasar bagi umat manusia yang hidup di daerah perkotaan apalagi kota metropolitas seperti Jakarta. Hidup di Jakarta menuntut seseorang untuk mendorong kapasitas dirinya sampai maksimal dan terkadang sampai membuat stress. Pada taraf inilah setiap orang dituntut untuk dapat meringankan beban pikiran dengan cara berolahraga (salah satunya)
Berolahraga dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun bahkan ketika seseorang berada di kantor dengan cara melakukan stretching atau olahraga kecil sebagai distraksi dari beban pekerjaan. Jika dirasa tidak cukup, orang-orang dapat melakukan kegiatan olahraga di waktu senggang seperti berlari, berenang, futsal, tenis, squash, dll. Olahraga seperti ini dapat membuat hati dan pikiran lebih bahagia dan tentunya body yang cukup ok jika dilakukan secara rutin.
Tidak hanya olahraga yang dilakukan di lapangan tetapi juga ada olahraga yang dilakukan di dalam ruangan dengan berbagai alat untuk mengeluarkan keringat dan membuat hati senang. That's what they called GYM. Yap, fenomena tempat fitness sudah menjamur di masyarakat. Bukan hanya sebagai tempat untuk mengeluarkan keringat saja (break some sweat untuk istilah kerennya), tetapi juga untuk membentuk body yang berotot dan prima dengan latihan beban. Selain itu, tempat gym juga menawarkan kelas-kelas yang menarik untuk diikuti seperti Dancing Class, Yoga Class, Cardio Class, dan masih banyak lagi kelas yang tidak kalah seru.
Ok, let's cut the crap and go to the fun part
As usual, gw memulai aktivitas di gw di luar rumah pertama kalinya pada hari itu untuk ngegym karena ada kelas yang sudah diniatkan ikut di Celebrity Fitness FX lifestyle centre. Perjalanan yang ditempuh cukup jauh dengan menggunakan 2 transportasi berbeda yaitu kereta dari Sta. Tj. Barat dilanjutkan dengan kopaja nomor 19 ke FX. Semua berjalan seperti biasa hingga tiba waktunya gw ganti baju di ruang ganti. Setelah selesai ganti baju, gw mengecek tab gw karena gw belum mendapatkan kabar dari temen gw, F. Waktu gw ngecek, ternyata F sudah nge-line gw dan bertanya apakah gw sudah di FX. Di saat akan membalas pesannya,ternyata F menelepon.
F: Bang, udah dimana?
T: Udah di FX fan, lagi ganti baju, napa?
F: Kau mau ngegym di FX kali ya? Aku tiba-tiba agak malas.
T: Kenapa emang? Aku sih terserah aja.
F: Gini, tadi aku ngecek-ngecek di web. Ada kelasnya Frans di PI. Kelas insanity. Kau mau kesana gak?
T: Lah, kok gitu, kenapa gak disini aja? Aku udah ganti semua loh. Disini ajalah.
F: Iya sih, tapi gimana ya, aku agak malas sama trainernya. Tapi itu Frans, dia enak ngajarnya. Toh kelasnya juga sama-sama insanity. Kau beneran gak mau pindah?
T: Duh, terserah sih fan, tapi aku mesti gimana ini? Apa gak telat?
F: Gak, kelasnya jam 7. Masih sempat kita kesana. Ya udah, cepat, keluarlah sekarang.
T: Lah, jadi kita gak jadi nge-gym disini?
F: Gak. Kita di PI ajalah ya.
T: Aku ke bawah atau gimana? Bentarlah, kukembalikan dulu lah ini -_-"
F: Gak, aku ke atas aja, ketemu di lantai 4 aja.
(dengan pakaian yang sudah benar-benar siap untuk olahraga, gw beres-beres dan membalikkan handuk ke counter dengan muka tidak tahu malu)
T: Mas, gak jadi nge-gym disini ya. Teman saya lagi gak pengan disini. Handuknya masih bersih kok.
Mas Counter: Ya udah, gak apa mas.
Langsung gw cabut dengan harga diri yang sudah diobral ke khayalayak ramai up to 90%. Sesaat setelah keluar, gw ketemu F dan jalan bareng ke bawah untuk mencari taksi. Taksi dapat, happy ending sampai PI untuk insanity class. Malahan, kami tiba jauh lebih cepat dan harus menunggu sekitar 40 menit lebih.
Moral of the story:
Labil-labil begini ini yang agak susah dilakukan di jakarta. Kenapa??? Jakarta macet masbro mbaksis. Gw paling gak bisa terjebak di kemacetan. Traffic jam makes me go crazy. Planning for future is a necessity. Mbok ya kalo mau pindah tempat jangan M-berapa gitu. J-1 udah paling bisalah ya. So, jangan sampai kelabilan Anda datang di saat-saat mepet. Kalo udah terjadi, tetap berdoa pada Yang Maha Kuasa supaya dilancarkan dengan segala kelabilannya. Semoga rencana Anda dapat terlaksana dengan segala rintangan yang ada. Bye!!!
*see you in the next #labilicious
As usual, gw memulai aktivitas di gw di luar rumah pertama kalinya pada hari itu untuk ngegym karena ada kelas yang sudah diniatkan ikut di Celebrity Fitness FX lifestyle centre. Perjalanan yang ditempuh cukup jauh dengan menggunakan 2 transportasi berbeda yaitu kereta dari Sta. Tj. Barat dilanjutkan dengan kopaja nomor 19 ke FX. Semua berjalan seperti biasa hingga tiba waktunya gw ganti baju di ruang ganti. Setelah selesai ganti baju, gw mengecek tab gw karena gw belum mendapatkan kabar dari temen gw, F. Waktu gw ngecek, ternyata F sudah nge-line gw dan bertanya apakah gw sudah di FX. Di saat akan membalas pesannya,ternyata F menelepon.
F: Bang, udah dimana?
T: Udah di FX fan, lagi ganti baju, napa?
F: Kau mau ngegym di FX kali ya? Aku tiba-tiba agak malas.
T: Kenapa emang? Aku sih terserah aja.
F: Gini, tadi aku ngecek-ngecek di web. Ada kelasnya Frans di PI. Kelas insanity. Kau mau kesana gak?
T: Lah, kok gitu, kenapa gak disini aja? Aku udah ganti semua loh. Disini ajalah.
F: Iya sih, tapi gimana ya, aku agak malas sama trainernya. Tapi itu Frans, dia enak ngajarnya. Toh kelasnya juga sama-sama insanity. Kau beneran gak mau pindah?
T: Duh, terserah sih fan, tapi aku mesti gimana ini? Apa gak telat?
F: Gak, kelasnya jam 7. Masih sempat kita kesana. Ya udah, cepat, keluarlah sekarang.
T: Lah, jadi kita gak jadi nge-gym disini?
F: Gak. Kita di PI ajalah ya.
T: Aku ke bawah atau gimana? Bentarlah, kukembalikan dulu lah ini -_-"
F: Gak, aku ke atas aja, ketemu di lantai 4 aja.
(dengan pakaian yang sudah benar-benar siap untuk olahraga, gw beres-beres dan membalikkan handuk ke counter dengan muka tidak tahu malu)
T: Mas, gak jadi nge-gym disini ya. Teman saya lagi gak pengan disini. Handuknya masih bersih kok.
Mas Counter: Ya udah, gak apa mas.
Langsung gw cabut dengan harga diri yang sudah diobral ke khayalayak ramai up to 90%. Sesaat setelah keluar, gw ketemu F dan jalan bareng ke bawah untuk mencari taksi. Taksi dapat, happy ending sampai PI untuk insanity class. Malahan, kami tiba jauh lebih cepat dan harus menunggu sekitar 40 menit lebih.
Moral of the story:
Labil-labil begini ini yang agak susah dilakukan di jakarta. Kenapa??? Jakarta macet masbro mbaksis. Gw paling gak bisa terjebak di kemacetan. Traffic jam makes me go crazy. Planning for future is a necessity. Mbok ya kalo mau pindah tempat jangan M-berapa gitu. J-1 udah paling bisalah ya. So, jangan sampai kelabilan Anda datang di saat-saat mepet. Kalo udah terjadi, tetap berdoa pada Yang Maha Kuasa supaya dilancarkan dengan segala kelabilannya. Semoga rencana Anda dapat terlaksana dengan segala rintangan yang ada. Bye!!!
*see you in the next #labilicious