Posted by : pratamahrs Saturday, July 20, 2013

Bandung, 19 Juli 2013

Ini adalah kejadian yang paling sering terjadi terutama di kalangan anak muda di kala jam-jam tertentu, yaitu memilih tempat makan untuk makan bareng. Permasalahan utama terjadi karena banyaknya syarat dan prasyarat yang terjadi di kalangan kaum manusia ini seperti pengen tempat yang murah tapi harus nyaman, pengen makan mie, lagi gak pengen makanan pedas, pengen yang mejanya luas, pengen ini pengen itu banyak sekali (Doraemon style). Ya panggillah Doaremon kalau emang maunya demikian.

Saat itu, gw bersama 3 orang teman gw yang bernama Yoko, Atas, dan Adhie memutuskan untuk makan malam bareng. Di hari yang fitri ini, gw ngikut aja tempat makan yang dipilih oleh Adhie dan Atas. Mereka yang puasa juga kan. Selain itu, gw juga memang tidak punya ide untuk makan dimana. Nah, yang begini ini nih yang biasanya gak baik, pertama brainstorming tapi ujungnya bingung gak tau makan dimana. Pertama pengen Hokben, lalu pengen Kantin Tong-tong lalu D'Kiosk. Akhirnya diputuskan untuk pergi ke Baltos dan disana baru diputuskan lalu.

Jeder!!! (petir nyamber) *jangan ditiru-tiru, disinilah kisah itu dimulai

Sesampainya disana, gw menemani Atas mengambil duit di ATM BNI Annex. Adhie dan Yoko datang belakangan sehingga tidak melihat kedatangan kami dan dengan begonya, mereka menunggu di depan gerbang parkir motor Baltos. *applause

Setelah itu, Atas dan Yoko memutuskan untuk membeli Dunkin Donuts. Tenang saja, mereka tetap ingin makan malam kok. Selepas dari Dunkin, akhirnya kami menyempitka dua buah pilihan tempat makan yaitu Hokben dan Kantin Tong-tong. Anak kost pastinya sangat berhubungan erat dengan DUIT. So pasti yang dipilih adalah yang paling murah dan kuantitas banyak. *standarlah tapi disini akar permasalahannya.

*segala sesuatu masih berjalan normal

Menimbang, memikirkan, memutuskan, menyetujui. Kami masuk ke Hokben karena Atas pengen makanan junk food. Sewaktu mau memesan, ternyata Hoka Hemat lagi habis (pilihan paling murah di Hokben untuk anak kos karena di bawah 20rb). Disuruh menunggu 10 menit. Otomatis kami pindah ke Kantin Tong-tong yang letaknya di sebelah. Kami duduk dan diberikan menu oleh pelayan. Saat itu keadaan cukup penuh dan hanya tinggal terdapat 1 meja dengan 3 kursi sehingga pelayan harus mengambil kursi lagi. Cukup merepotkan ya??!!

Menu datang dengan harga yang variatif, tiba-tiba Adhie berceletuk "Agak mahal ya harganya". 2 orang yang lalin mendukung pernyataan  tersebut. Adhie sepertinya pengen pindah tetapi dengan setengah hati.

*Disini semuanya terjadi

Adhie mengulang-ulang pernyataan Atas yang menginginkan makanan junk food. Memanglah ya si Adhie sial ini. Gw hanya diam melihat tingkah mereka bertiga yang labil. Ada yang ngomong "Terserah aja sih, aku makan sini juga gak apa", "Tapi Atas pengen junk food", "Harganya sama aja sama Hokben, sama-sama harus nunggu juga", dll. Udah mulai gak baik sepertinya forum ini. Perdebatan yang terjadi sekitar 3 menit ini membuahkan hasil untuk pindah balik ke Hokben. Gw dengan muka 'terserah banget' ikut pergi mereka balik ke Hokben.

Amanah dari kelabilan ini:
Tetap setia dengan pilihan Anda sebelum Anda merepotkan restoran sebelah. Sekian dan terima kasih. -_-"

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Blogger templates

- Copyright © The Ink Scratches of Pratama -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -