- Back to Home »
- labilicious , story »
- #4 Labilicious: Turun Dulu, Ada yang Mau Turun
Posted by : pratamahrs
Wednesday, August 13, 2014
Jakarta, 11 August 2014
It's Monday, guys!!! So hectic and crowded!
Banyak orang berpendapat bahwa hari Senin adalah hari yang melelahkan, mengganggu liburan di setiap minggunya, membuat kantor ribet di setiap minggunya, dll. Hal itu gak berlaku di gw sekarang hahhaha. Di sela-sela kekosongan gw yang belum mendapat pekerjaan ini, gw menyibukkan diri dengan pergi ke gym dan mengikuti kelas-kelas yang ada disana. Hari senin adalah hari yang cukup menyenangkan buat gw karena it's the day for RAW (dancing class) at Celebrity Fitness FX.
Dancing can make your body and mind happy and healthy.
Gw bisa meluapkan segala emosi yang ada dengan menari, mengeluarkan keringat yang membantu mengeluarkan serotonin dan sekalian latihan kardio untuk mencegah penyakit jantung nantinya :)
But it's not the main point, it's just an introductory. Let the story begin
Sejujurnya gw masih gak tau cerita ini masuk ke dalam kategori labilicious atau enggak tapi cerita ini cukup lacu dan sayang kalau dibuang begitu saja.
Sore itu, seperti biasanya, gw pergi ke gym untuk mengikuti dancing class di Celebrity Fitness FX. Moda transportasi yang gw gunakan adalah commuter line dan kopaja dikarenakan gw tinggal cukup jauh dari pusat kota. Beberapa orang mengatakan, INI YANG NAMANYA NIAT. Kegiatan ini udah gw lakukan hampir sekitar 2 bulan dan sudah semakin terbiasa karenanya.
Back at the day, it was raining cats and dogs. Sudah hampir 3 jam hujannya gak berhenti padahal sekitar jam 4 gw harusnya sudah bergerak dari apartemen gw. Jam sudah menunjukkan jam 4 lewat. Beberapa menit kemudian, hujan sedikit mereda, walaupun masih cukup deras sebenarnya tetapi bila dibandingkan menghadapi macetnya sudirman, lebih baik gw menerobos hujan hahaha
Bermodalkan baju kaos, celana pendek, sandal jepit dan payung putih egois Daiso, gw memulai perjalanan gw yang cukup menderita. Didera hujan dan becek tidak membuat gw patah semangat apalagi hanya disiram becek dari mobil dan motor (yang ini lebih parah sih). Sampai di sta. Tj. Barat, gw pergi ke sta Sudirman dilanjut dengan kopaja no 19 ke FX.
This is the fun part
Gw sampai sekitar jam 5an dan dapat tempat duduk di kopaja. Tidak disangka-sangka, ternyata kopaja ini semakin lama semakin penuh dan semakin sesak sampai hampir tidak ada lagi ruang pergerakan di dalam. Hal yang membuat kesal adalah orang semakin banyak yang naik tetapi sedikit yang turun. Tibalah saatnya gw harus turun karena kopaja sudah melewati halte busway Polda. Gw berdiri dengan susah payah dan bergeser sedikit demi sedikit hingga ke bagian pintu belakang dimana gw mendapati mas-mas kopajanya di belakang sana. Gw langsung menyebutkan tempat gw turun.
Gw: Mas, GBK ya.
MK (Mas Kopaja): OK
(beberapa saat kemudian, MK mengetuk-ngetukkan koinnya ke pintu pertanda sang supir untuk berhenti, ternyata ada seorang mbak juga yang hendak naik)
MK: turun sini mas
(saat gw hendak bergegas turun, si mbak ini langsung dengan tiba-tiba)
MK: wah, ligat juga mbak ini. Turun dulu mbak
Gw: (muka bingung, gak tau apa yang terjadi, hanya bisa memandang)
(dengan luar biasa, kopaja tetap berhenti di tengah jalan)
MK: wah, lw turun dulu. Ada yang mau turun.
(si mbak ini tetap diam, MK bergerak ke luar pintu belakang)
MK: lw turun dulu (sambil narik baju mbaknya dikit, mungkin biar nalar kali ya). Ini ada yang mau turun, nanti naik lagi.
(Akhirnya mbak labil ini turun, sumpah gw gak ngerti apa yang terjadi tetapi ini makan waktu sekitar 1 menitan. Mantap juga ya hahaha)
MK: Tuurun sekarang mas.
(Akhirnya gw turun dan ternyata masih harus jalan sekitar 20 langkah lagi untuk sampai ke jembatah halte busway GBK)
Gw melanjutkan perjalanan dengan senyum-senyum sendiri hingga FX. Kejadian kayak gini lumayan menghibur sebelum memulai nge-dance ampe gilak di RAW class hohoho
Moral of the story:
CONCENTRATE, guys!!!! Yap, mungkin ini hal yang biasa terjadi tetapi padatnya kota Jakarta membutuhkan pengguna jalan yang selalu sigap dan tanggap. Untung saja pada saat itu dekat halte GBK tidak ada mobil yang menunggu di belakang kopaja atau ada sesuatu di belakang yang terburu-buru. Bisa-bisa kena semprot hahaha. Hope you have a nice experience on the road, guys!
Gw: Mas, GBK ya.
MK (Mas Kopaja): OK
(beberapa saat kemudian, MK mengetuk-ngetukkan koinnya ke pintu pertanda sang supir untuk berhenti, ternyata ada seorang mbak juga yang hendak naik)
MK: turun sini mas
(saat gw hendak bergegas turun, si mbak ini langsung dengan tiba-tiba)
MK: wah, ligat juga mbak ini. Turun dulu mbak
Gw: (muka bingung, gak tau apa yang terjadi, hanya bisa memandang)
(dengan luar biasa, kopaja tetap berhenti di tengah jalan)
MK: wah, lw turun dulu. Ada yang mau turun.
(si mbak ini tetap diam, MK bergerak ke luar pintu belakang)
MK: lw turun dulu (sambil narik baju mbaknya dikit, mungkin biar nalar kali ya). Ini ada yang mau turun, nanti naik lagi.
(Akhirnya mbak labil ini turun, sumpah gw gak ngerti apa yang terjadi tetapi ini makan waktu sekitar 1 menitan. Mantap juga ya hahaha)
MK: Tuurun sekarang mas.
(Akhirnya gw turun dan ternyata masih harus jalan sekitar 20 langkah lagi untuk sampai ke jembatah halte busway GBK)
Gw melanjutkan perjalanan dengan senyum-senyum sendiri hingga FX. Kejadian kayak gini lumayan menghibur sebelum memulai nge-dance ampe gilak di RAW class hohoho
Moral of the story:
CONCENTRATE, guys!!!! Yap, mungkin ini hal yang biasa terjadi tetapi padatnya kota Jakarta membutuhkan pengguna jalan yang selalu sigap dan tanggap. Untung saja pada saat itu dekat halte GBK tidak ada mobil yang menunggu di belakang kopaja atau ada sesuatu di belakang yang terburu-buru. Bisa-bisa kena semprot hahaha. Hope you have a nice experience on the road, guys!