Archive for 2013
Escaping to Phuket Day 1
Yap, it's December guys and I started it with a trip to Phuket.
Sudah dari sebulan yang lalu gw merencanakan liburan ini. Kepenatan akan hiruk pikuk kerja di Jakarta membuat tindakan yang cukup impulsif. Untung saja cuti masih diperbolehkan di hari-hari yang mepet ini. Meninggalkan kerja atau cuti sebenarnya memiliki sensasi tersendiri karena kita sendiri tidak tahu apakah memang hal itu dibutuhkan atau tidak perlu atau malah diwajibkan.
My principle is 'on-leave is a must'!
Terinspirasi dari postingan di sosial media, saya memutuskan untuk melakukan liburan ini bersama teman-teman sekantor. And, BOOM! I bought a round-trip ticket to Phuket.
Awalnya tidak yakin apakah harus pergi karena hawa pekerjaan masih cukup menyenangkan but nobody knows what will happen in future.
The day has come and it's kinda scary because the weather is not good enough. There's a rainstorm in Terminal 3 Soekarno Hatta. Thank God the rain stopped before we took off.
My first impression when I arrived in Phuket is 'The airport has exactly the same like Indonesia'. After I got out from the airport, it's like I'm in Bali. Maybe it's because I went to beach city like Bali.
The excitement did not went down. The first thing I did after I arrived at the hotel is preparing for Patong Beach nightlife.
The Thai culinary, the ornament of the street, the club and discothique, tourist from many countries, etc filled place near Patong Beach. Actually, the things in this place did not satisfy me enough. Hingar-bingar klub malam dan turis yang didominasi oleh daerah Barat sana membuat daerah ini menjadi cukup chaos. Selain itu banyak juga aktraksi yang dilakukan di jalanan seperti street dance dan banci-banci yang memakai kostum kabaret. Klub malam disini juga menawarkan berbagai atraksi. Mulai dari klub yang biasanya menyajikan musik techno dan minuman keras hingga gay bar, strip club, pole dancing and ping-pong show.
Enough for day 1. Gw memutuskan hanya berjalan-jalan santai di daerah patong sambil mencari jalan untuk menemukan lokasi Patong Beach dari Bel Aire Resort, hotel yang gw tinggali selama disini. As usual, Thailand kaya akan makanan jalanannya dan 7 eleven atau family mart yg tersebar di berbagai jalan. Eating is my hobby and of course, I tried all of that food :)
What happened to my strings?
This is one of my bad experience be a performer on stage.
Bandung, 13th August 2013
Kesukaan saya kepada musik memang sangat luar biasa. Hal ini terwujud dengan antusiasme saya untuk belajar salah satu alat musik gesek yang sudah saya kagumi sejak SMA, yaitu Cello. Mungkin sebagian orang mengganggap aneh karena seharusnya di umur yang sudah melewati angka 20 sudah sepatutnya manusia memikirkan untuk mencari modal besar untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. But not for me, I want to live my life first. So, I chose to learn playing Cello for past 1 year.
After all had passed, I'm ready to go to the next level.
Akhirnya kebagian juga bagi saya untuk tampil di muka umum dengan format string ensemble. Hal ini cukup menakutkan karena Cellist-nya hanya saya sendiri. WOW! Seorang newbie seperti gw harus main beserta 3 orang violinist dan nada Cello bergantung sendiri di saya. Ingin mundur tapi kapan majunya kalau tidak berani mencoba. Setelah latihan gabungan selama 4 hari (persiapannya hanya 4 hari padahal lagu baru), akhirnya Sinfonia String Ensemble pun siap tampil pada acara Opening Assembly of Mutiara Nusantara International School.
Background story (intermezzo)
Sinfonia Music School diajak kerjasama dengan Mutiara Nusantara International School dalam penyusunan kurikulum musik sampai ke guru-guru musik yang akan mengajar disana. Selain itu, Sinfonia Music School juga akan mengenalkan musik melalui string ensemble dan vocal ensemble kepada para siswa pada saat Opening Assembly. Music is F-U-N!
Lanjut lagi.
Nah, tibalah hari yang ditunggu-tunggu. The performance day!!
Excited but scared. It was all really mixed up. Bangun jam 06.00 WIB pada saat liburan, mandi dengan air dingin karena air panas belum nyala, dan membawa Cello yang segede gaban naik angkot sampai ke gerbang UPI, semuanya dilakukan demi penampilan singkat ini di pagi hari yang luar biasa ini.
Waiting...waiting...
Akhirnya sampailah teman saya yang bernama Avner. Kita memang berencana pergi bareng kesana. Lagipula saya tidak mempunyai kendaraan, butuh tumpangan kan. Sesampainya disana, kami langsung menuju aula untuk acara Open Assembly.
| Opening Assembly Hall |
As usual, preparation
Selama opening speech, saya mempersiapkan instrumen yang akan dimainkan. Sewaktu mulai tuning, sepertinya senar tersebut tidak berada pada pitch yang semestinya, terutama senar A. Cello memiliki 4 senar, yaitu C, G, D, dan A. Senar A yang paling tipis dan senar C yang paling tebal. Nada dari senar ini sepertinya sangat turun sekali sehinga tuning memakan waktu yang lama hingga tiba saatnya naik ke atas panggung. Di panggung pun tuning masih dilakukan. Setelah didapatkan nada yang pas, barulah lagu dimainkan.
This is the worst one.
Sewaktu mulai menggesek, tenyata senar A tersebut turun lagi. DAMN!!!! What happened??!!
Saya tahu karena sewaktu saya menggesek senar A, harmoni yang dihasilkan tidak sesuai. Lagu pertama yang berjudul "Menuet No. 1" by Johann Sebastian Bach berakhir tragis. Untung saja lagu kedua yang berjudul "Ode to Joy" by Beethoven dapat dimainkan dengan baik karena tidak menggunakan senar A sama sekali. Kalau udah begini, kayaknya gak lagi-lagi dah. TOBAT!!
Moral of The Story
1. Sebaiknya hindari penampilan di pagi hari.
Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap semua penampilan di pagi hari, hanya saja waktu pagi hari dapat mengurangi kinerja Anda dalam bermusik. Tangan yang masih kaku, udara yang cukup dingin (di beberapa daerah tertentu), badan masih belum panas, dan hal lainnya, benar-benar mempengaruhi optimalitas Anda.
2. Udara dingin tidak baik untuk instrumen Anda.
Di beberapa daerah tertentu, seperti Bandung yang memiliki iklim dingin, sebaiknya hindari membawa instrumen musik Anda keluar terutama pada pagi hari. Alat musik harus dijaga kelembabannya supaya menghasilkan bunyi yang baik (kering dan bulat).
3. Bellilah digital tuner jika tidak bisa tuning manual.
Memang biasanya tuning harus disesuaikan dengan concertmaster/mistress. Untuk beberapa kasus khusus terutama untuk orang-orang yang belajar alat musik, sense dalam mendengar nada ataupun tuning masih belum terlalu baik. Hal ini dapat dibantu dengan adanya digital tuner. Digital tuner dapat dibeli terpisah atau dapat di-install di device Anda seperti android ataupun apple.
#2 Labilicious: Just go straight and pay the drink!
This is the fun part.
Setelah dari ATM, Dewi merasa haus dan ingin membeli minuman. Sebenarnya selama perjalanan mencari ATM itu, Mbak Dewi ini mengaku ngantuk dan ingin membeli kopi.
D = Dewi; T = Tama
D: "Bang, kita ke Yogya Express sebentar ya, mau beli minum"
T: "Ya udah, belilah sana."
D: "Bang, Dew bingung mau beli kopi atau teh, tiba-tiba kepengen teh"
T: "Ya udah, beli kopi aja, kan tadi ngantuk." (memaksa beli kopi supaya cepat pergi dari toko tersebut)
D: "Eh, disini ada Thai Tea ternyata, apa beli ini aja ya? Menurut abang gimana?"
T: " Ya udah sih kopi aja, tadi katanya ngantuk." (tetap dengan motivasi yang sama supaya cepat)
D: "Duh bingung, yang udahlah kopi aja." (akhirnya mengambil Nescafe Latte dari dalam kulkas)
(Pergi ke kasi untuk membayar dan sudah mengantri di kasir sambil melihat deretan snack lucu sekitar situ. Terjadilah sebuah percakapan dahsyat yang membuat semua ini terjadi.)
D: "Menurut abang, kenapa abang pilih kopi?"
T: "Kemaren kan udah minum Thai Tea, masak minum Thai Tea lagi, bosan aja sih."
D: "Tapi Thai Tea itu kan enak, duh gimana ya, bingung ini, apa kuganti aja ya?"
T: "Ya ampun dew, ini udah di antrian lho, bikin malu, kan tadi juga maunya beli kopi karena ngantuk."
D: "Tapi udah gak ngantuk lagi, terus pengen Thai Tea."
T: "Ya udahlahm udah di antrian, bikin malu kalo balik lagi, lama juga ngantrinya."
D: "Tapi pengen Thai Tea. Udahlah bang, balik aja, ngambil Thai Tea."
(Tiba-tiba keluar dari antrian dan kembali ke booth Thai Tea dan mengisi Thai Green Tea. Sebenarnya sudah tinggal bayar. Terpaksa kesempatan tersebut direbut oleh orang di belakang)
T: "Ya ampun Dew, ada-ada ajalah."
D: "Iya bang, Dewi emang suka kayak gini." (dengan terbahak-bahak)
Astaga!!! Labilnya!! Sepertinya memang dari awal udah harus stick to the plan ya. Untung antriannya cuman 3 orang, kalau 10 orang gimana coba??!!
Moral of the story.
Please, don't let your feeling plays you at the q line! -_-"
Happy Labilicious!!
BYE!!
#1 Labilicious: Makan aja Labil Bro!!!
Jeder!!! (petir nyamber) *jangan ditiru-tiru, disinilah kisah itu dimulai
*segala sesuatu masih berjalan normal
*Disini semuanya terjadi
Amanah dari kelabilan ini:
The Confession of a Chorister: Saint Chronicles Choir (Saint Thomas I High School, Medan)
What is your motivation of joining that extracurricular activity?
How many of you joined an extracurricular activity in your high school?
Have you ever joined a choir in your high school?
Do you even know a choir is?
That's question above is a few questions of many questions from me about an extracurricular activity in my high school, the one and only extracurricular activity that I've ever joined when I was in high school, Saint Chronicles Choir.
Here's a story of my first meeting with this 'hard to move-on' choir.
It was on 2004 when I entered my high school, Saint Thomas I High School. For the first three days, the new students had a full-orientation about this school at the hall. It was a boring situation. Very boring seminar. Luckily, we hadn't had to study in the classroom. It's like a holiday. Just sleep if you were boring. At the last day of the orientation, the third day, the committee decided to make it more enjoyable. There are some performances from extracurricular activities at this school. One of the performances was St. Chronicles Choir singing "Anak Sekolah". It was pretty good but I really didn't have any interest to register to this choir.
Later on, there were an open recruitment for new batch (batch 2004). The batch was called "Angkatan 12". My friend told me that it would be an audition for Festival Paduan Suara ITB 2004. It was because they were lack of male choristers. My friend succeeded influencing me to join this choir. Later on, I join the singing audition first. Long story short, I wasn't chosen for joining the team to FPS-ITB 2004. It was sad but I really didn't have nothing to lose.
The team didn't win the competiion. They got really bad rank. I forget but it's around 7th or 8th rank. It was really sad to know that all your hard work didn't yield a good rank. But all the chorister realize that winning is important but the most important thing is the process because it really develop the choir and themselves to next level.
Ok, back to the story. After their arrival in Medan again, they held an initiation for "Angkatan 12". I was beat up. It was really tiring but it's fun. Hooray, I'm officially a member of Saint Chronicles Choir.
That was my story. How was your story?
Why I cannot move on from this choir?
![]() |
| After Competition (FPS-ITB XXII 2010 / 1st IICC 2010) |
Plants vs Zombies 2: It's About Time (The New Addiction)
![]() |
| Plants vs Zombies Poster |
![]() |
| Plants vs Zombies 2 Poster |
"Play the game for more than you can afford to lose... only then will you learn the game."
The New Rival in Cloud Storage Competition: Copy.com
![]() |
| Copy Logo |
- You can 15GB of storage capacity if you sign up to Copy. I think this gift is far away than any other online storage.
- Extras 2GB if you tweet about Copy. You just have to follow the order after you sign about the tweet.
- The Copy Referral Program. It is the most rewarding referral program in the cloud storage history (says Copy). Copy users can earn 5GB of additional free storage for both themselves and the person they introduce to Copy for each referral, with no limit on the total capacity they can earn.
- Copy “Fair Storage for All” Initiative — Instead of counting data in shared folders against all members’ individual storage quotas so everyone pays for the same data over and over, Copy allows users to “split the bill” and control which files count against their storage capacity. You can visit http://y2u.be/m36ZMdE-vro .
- Copy can works in multiple device and OS.
- No limitation in file sharing. And it's easy too.
- More security to any other cloud storage services.
https://copy.com?r=lVNUsV
For your kindness, attention, and help, I say thank you very much.
"Things should be made as simple as possible, but not any simpler."
-Albert Einstein-
Sukarsa Nusantara Project: State of The Art Indonesia Experience
![]() |
| Sukarsa Nusantara's Poster |
Board of Director dari Sukarsa Nusantara Project terdiri dari 4 orang yaitu Patota Putra Tambunan (Managing Director), Rapelly Theodore Surbakti (Program Director), Talitha Andini Prameswari (External Relation Director), dan Salim Chandra (Art Director). Masing-masing director dibantu dengan staffnya masing-masing. Saya sendiri adalah staff dari Program Director yang mengurusi Lecturing Program.
Sekilas gambaran dari Sukarsa Nusantara Project.
Sukarsa Nusantara is a project that is designed to accommodate celebration of cultural diversity that involves international participants in Indonesia's cities. Sukarsa Nusantara, literally means Good Will for Nusantara, is about appreciating, embracing, and sharing knowledge of Indonesia's cultural diversity. This event will take place in Bandung, Yogyakarta and Bali.
Its objective is to promote Indonesian cultural heritage and diversity to young generation globally.
It has 3 missions; create place for enhancing knowledge about cultural diversity through appreciation and direct interaction, preserve the wealth of cultural and national heritage, and help promote tourism in Indonesia and Bandung as a tourist destination.
The program will last 30 days. It starts on summer of June. The Sukarsa Nusantara's Programs are Lecture, Social Trips, Excursion, Cultural Workshops, and Performances.
Proyek kebudayaan ini bukanlah milik panitia Sukarsa Nusantara semata. Sumbangan ide maupun materi sedikit apapun dari seluruh rakyat Indonesia memiliki arti yang besar bagi kelangsungan proyek ini.
Saya sendiri sebagai lecture program staff juga sedang mencari ide materi untuk perkuliahan yang akan diberikan pada proyek ini. Proyek ini tidak menutup kemungkinan bagi komunitas-komunitas di luar sana terutama yang berada di Bandung untuk memberikan materi dari komunitas budaya tersebut ke dalam Sukarsa Nusantara ini.
So guys, for those of you that have brilliant idea or interesting cultural community, I challenge to contribute in this project. You can write your idea or comment below.
Thank you for your contribution!!
Chubby Bunny Challenge
Di sela-sela kesantaian yang terkadang disibukkan dengan kerjaan yang tiada hentinya (red: kanopi kolam renang), akhirnya gw memutuskan untuk semakin menggalakkan surfing di youtube dengan berbagai macam youtuber yang ada di dalamnya. Surfing punya surfing, akhirnya ketemu sebuah video lucu dari Tyler Oakley (tyleroakley) dengan kolaborasi Marcus Butler (MarcusButlerTv). Dan video tersebut adalah (jeng...jeng...jeng...)"Chubby Bunny Challenge". Ini videonya. Enjoy!!!
Kayaknya video ini menjadi lucu karena kekocakan dari Tyler yang luar biasa cerewet dan Marcus yang konyol bin polos (maybe the word it's "clumsy")dan aksen British-nya yang luar biasa. How I love the British Accent!!!!
Chubby Bunny Challenge tidak hanya dilakukan oleh Tyler dan Marcus, si kembar Jack and Finn Harries juga sudah pernah melakukannya. But not both of them, just Jack in collaboration with Oli. Jack (JacksGap) dan Oli (TheOliWhiteTv) melakukan tantangan ini dengan marshmallow yang lebih besar. And this is the video! Enjoy!!!
A little bit spoiler for Chubby Bunny Challenge.
"Get Marshmallow, put it in your mouth and you have to say 'Chubby Bunny' after you put one. Do it until your mouth is full of Marshmallow and you can't say 'Chubby Bunny'."
I think this game is so fun. Anybody wants to do it with me?? Hohoho




