Archive for August 2013

What happened to my strings?

Hey, string player! Be careful with your string. It might turn you down.

This is one of my bad experience be a performer on stage.

Bandung, 13th August 2013

Kesukaan saya kepada musik memang sangat luar biasa. Hal ini terwujud dengan antusiasme saya untuk belajar salah satu alat musik gesek yang sudah saya kagumi sejak SMA, yaitu Cello. Mungkin sebagian orang mengganggap aneh karena seharusnya di umur yang sudah melewati angka 20 sudah sepatutnya manusia memikirkan untuk mencari modal besar untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. But not for me, I want to live my life first. So, I chose to learn playing Cello for past 1 year.

After all had passed, I'm ready to go to the next level.
Akhirnya kebagian juga bagi saya untuk tampil di muka umum dengan format string ensemble. Hal ini cukup menakutkan karena Cellist-nya hanya saya sendiri. WOW! Seorang newbie seperti gw harus main beserta 3 orang violinist dan nada Cello bergantung sendiri di saya. Ingin mundur tapi kapan majunya kalau tidak berani mencoba. Setelah latihan gabungan selama 4 hari (persiapannya hanya 4 hari padahal lagu baru), akhirnya Sinfonia String Ensemble pun siap tampil pada acara Opening Assembly of Mutiara Nusantara International School.

Background story (intermezzo)
Sinfonia Music School diajak kerjasama dengan Mutiara Nusantara International School dalam penyusunan kurikulum musik sampai ke guru-guru musik yang akan mengajar disana. Selain itu, Sinfonia Music School juga akan mengenalkan musik melalui string ensemble dan vocal ensemble kepada para siswa pada saat Opening Assembly. Music is F-U-N!

Lanjut lagi.
Nah, tibalah hari yang ditunggu-tunggu. The performance day!!
Excited but scared. It was all really mixed up. Bangun jam 06.00 WIB pada saat liburan, mandi dengan air dingin karena air panas belum nyala, dan membawa Cello yang segede gaban naik angkot sampai ke gerbang UPI, semuanya dilakukan demi penampilan singkat ini di pagi hari yang luar biasa ini.

Waiting...waiting...
Akhirnya sampailah teman saya yang bernama Avner. Kita memang berencana pergi bareng kesana. Lagipula saya tidak mempunyai kendaraan, butuh tumpangan kan. Sesampainya disana, kami langsung menuju aula untuk acara Open Assembly. 

Opening Assembly Hall

As usual, preparation
Selama opening speech, saya mempersiapkan instrumen yang akan dimainkan. Sewaktu mulai tuning, sepertinya senar tersebut tidak berada pada pitch yang semestinya, terutama senar A. Cello memiliki 4 senar, yaitu C, G, D, dan A. Senar A yang paling tipis dan senar C yang paling tebal. Nada dari senar ini sepertinya sangat turun sekali sehinga tuning memakan waktu yang lama hingga tiba saatnya naik ke atas panggung. Di panggung pun tuning masih dilakukan. Setelah didapatkan nada yang pas, barulah lagu dimainkan.

This is the worst one.
Sewaktu mulai menggesek, tenyata senar A tersebut turun lagi. DAMN!!!! What happened??!!
Saya tahu karena sewaktu saya menggesek senar A, harmoni yang dihasilkan tidak sesuai. Lagu pertama yang berjudul "Menuet No. 1" by Johann Sebastian Bach berakhir tragis. Untung saja lagu kedua yang berjudul "Ode to Joy" by Beethoven dapat dimainkan dengan baik karena tidak menggunakan senar A sama sekali. Kalau udah begini, kayaknya gak lagi-lagi dah. TOBAT!!

Moral of The Story
1. Sebaiknya hindari penampilan di pagi hari.
Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap semua penampilan di pagi hari, hanya saja waktu pagi hari dapat mengurangi kinerja Anda dalam bermusik. Tangan yang masih kaku, udara yang cukup dingin (di beberapa daerah tertentu), badan masih belum panas, dan hal lainnya, benar-benar mempengaruhi optimalitas Anda.

2. Udara dingin tidak baik untuk instrumen Anda.
Di beberapa daerah tertentu, seperti Bandung yang memiliki iklim dingin, sebaiknya hindari membawa instrumen musik Anda keluar terutama pada pagi hari. Alat musik harus dijaga kelembabannya supaya menghasilkan bunyi yang baik (kering dan bulat).

3. Bellilah digital tuner jika tidak bisa tuning manual.
Memang biasanya tuning harus disesuaikan dengan concertmaster/mistress. Untuk beberapa kasus khusus terutama untuk orang-orang yang belajar alat musik, sense dalam mendengar nada ataupun tuning masih belum terlalu baik. Hal ini dapat dibantu dengan adanya digital tuner. Digital tuner dapat dibeli terpisah atau dapat di-install di device Anda seperti android ataupun apple.
Saturday, August 17, 2013
Posted by pratamahrs

#2 Labilicious: Just go straight and pay the drink!

Bandung, 06th August 2013

Minuman merupakan hal yang cukup esensial bagi setiap. Tanpa minum, konsentrasi dan fokus seseorang dapat berkurang. Seperti kata Mizone (bukan promosi), "Kurangnya cairan dalam tubuh dapat mengurangi konsentrasi Anda, bla bla bla". Begitu pula dengan kejadian yang menimpa teman saya ini. Kekurangan cairan dapat membuat Anda lebih labil.

Kali ini korban dari kelabilan ini adalah seorang teman saya yang bernama Dewi (sebut saja namanya itu karena nama Mawar, Melati semuanya indah sudah sering). Saya dan Dewi sedang asyik nongkrong di sebuah restoran bernuansa Jepang di Ciwalk yang bernama Gokana Teppan. Selagi asyik mengobrol, tiba-tiba Dewi mengajak saya (minta ditemani) untuk ke ATM Mandiri yang letaknya di antah berantah bagian mana dari Ciwalk ini. Dengan susah akhirnya, ATM ini ketemu juga.

This is the fun part.
Setelah dari ATM, Dewi merasa haus dan ingin membeli minuman. Sebenarnya selama perjalanan mencari ATM itu, Mbak Dewi ini mengaku ngantuk dan ingin membeli kopi.
D = Dewi; T = Tama

D: "Bang, kita ke Yogya Express sebentar ya, mau beli minum"
T: "Ya udah, belilah sana."
D: "Bang, Dew bingung mau beli kopi atau teh, tiba-tiba kepengen teh"
T: "Ya udah, beli kopi aja, kan tadi ngantuk." (memaksa beli kopi supaya cepat pergi dari toko tersebut)
D: "Eh, disini ada Thai Tea ternyata, apa beli ini aja ya? Menurut abang gimana?"
T: " Ya udah sih kopi aja, tadi katanya ngantuk." (tetap dengan motivasi yang sama supaya cepat)
D: "Duh bingung, yang udahlah kopi aja." (akhirnya mengambil Nescafe Latte dari dalam kulkas)

(Pergi ke kasi untuk membayar dan sudah mengantri di kasir sambil melihat deretan snack lucu sekitar situ. Terjadilah sebuah percakapan dahsyat yang membuat semua ini terjadi.)

D: "Menurut abang, kenapa abang pilih kopi?"
T: "Kemaren kan udah minum Thai Tea, masak minum Thai Tea lagi, bosan aja sih."
D: "Tapi Thai Tea itu kan enak, duh gimana ya, bingung ini, apa kuganti aja ya?"
T: "Ya ampun dew, ini udah di antrian lho, bikin malu, kan tadi juga maunya beli kopi karena ngantuk."
D: "Tapi udah gak ngantuk lagi, terus pengen Thai Tea."
T: "Ya udahlahm udah di antrian, bikin malu kalo balik lagi, lama juga ngantrinya."
D: "Tapi pengen Thai Tea. Udahlah bang, balik aja, ngambil Thai Tea."

(Tiba-tiba keluar dari antrian dan kembali ke booth Thai Tea dan mengisi Thai Green Tea. Sebenarnya sudah tinggal bayar. Terpaksa kesempatan tersebut direbut oleh orang di belakang)

T: "Ya ampun Dew, ada-ada ajalah."
D: "Iya bang, Dewi emang suka kayak gini." (dengan terbahak-bahak)

Astaga!!! Labilnya!! Sepertinya memang dari awal udah harus stick to the plan ya. Untung antriannya cuman 3 orang, kalau 10 orang gimana coba??!!

Moral of the story.
Please, don't let your feeling plays you at the q line! -_-"
Lebih baik, dipikir matang-matang sebelum maju ke medan perang. Dalam hal ini antrian panjang. Perjuangan mengantri itu cukup besar. Jangan sia-siakan kesempatan Anda hilang karena sebuah kelabilan dalam memilih minuman Anda. Remember to bring your own drink first to improve your concentration and focus before choosing another drink that you want at the store!

Happy Labilicious!!
BYE!!

*cerita ini sudah mengalami majas hiperbola yang cukup banyak dan gubahan-gubahan yang luar biasa tetapi cerita ini bukan fiktif belaka. Sekian dan Terima Kasih!!
Tuesday, August 6, 2013
Posted by pratamahrs

Popular Post

Blogger templates

- Copyright © The Ink Scratches of Pratama -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -