Call for Paper: Construction Engineering and Management Journal Vol 1 No 2
Check out this poster for info.
Big Salutation For Leonardo Dicaprio
Spendee: Simply Manage Your Finance!
| Spendee Logo |
Why I say it is amazing
-It has simple and minimalist looks
![]() |
| Spendee Appearance |
-It can show the progress of your wallet
![]() |
| Financial Graphic |
-Places, People, Categories Type
![]() |
| Category Look |
-Detail Timeline Expense and Income
![]() |
| Timeline Look |
-Synchronize your wallet
- The first thing I knew this application, it was a paid application so I put off installing this application and kept struggling with managing my finance. But now, it is a free application! Try it and feel the experience.
- Spendee 2.0 is a new upgrade in Spendee. It has much feature in it. I think the appearance has much more improvement too (maybe). To access all the features. you can upgrade it to Spendee PRO by paying $1.99/month
- Spend some time in reading the additional feature for the Spendee PRO.You can plan your budget, sharing wallet, etc. Maybe 1.99/month will be worth it with the additional feature.
For more information, you can see some footage about Spendee below
"Beware of a little expenses. A small leak will sink a great ship."
#4 Labilicious: Turun Dulu, Ada yang Mau Turun
It's Monday, guys!!! So hectic and crowded!
Gw: Mas, GBK ya.
MK (Mas Kopaja): OK
(beberapa saat kemudian, MK mengetuk-ngetukkan koinnya ke pintu pertanda sang supir untuk berhenti, ternyata ada seorang mbak juga yang hendak naik)
MK: turun sini mas
(saat gw hendak bergegas turun, si mbak ini langsung dengan tiba-tiba)
MK: wah, ligat juga mbak ini. Turun dulu mbak
Gw: (muka bingung, gak tau apa yang terjadi, hanya bisa memandang)
(dengan luar biasa, kopaja tetap berhenti di tengah jalan)
MK: wah, lw turun dulu. Ada yang mau turun.
(si mbak ini tetap diam, MK bergerak ke luar pintu belakang)
MK: lw turun dulu (sambil narik baju mbaknya dikit, mungkin biar nalar kali ya). Ini ada yang mau turun, nanti naik lagi.
(Akhirnya mbak labil ini turun, sumpah gw gak ngerti apa yang terjadi tetapi ini makan waktu sekitar 1 menitan. Mantap juga ya hahaha)
MK: Tuurun sekarang mas.
(Akhirnya gw turun dan ternyata masih harus jalan sekitar 20 langkah lagi untuk sampai ke jembatah halte busway GBK)
Gw melanjutkan perjalanan dengan senyum-senyum sendiri hingga FX. Kejadian kayak gini lumayan menghibur sebelum memulai nge-dance ampe gilak di RAW class hohoho
Moral of the story:
CONCENTRATE, guys!!!! Yap, mungkin ini hal yang biasa terjadi tetapi padatnya kota Jakarta membutuhkan pengguna jalan yang selalu sigap dan tanggap. Untung saja pada saat itu dekat halte GBK tidak ada mobil yang menunggu di belakang kopaja atau ada sesuatu di belakang yang terburu-buru. Bisa-bisa kena semprot hahaha. Hope you have a nice experience on the road, guys!
#3 Labilicious: Nge-Gym Disana Beda dengan Disini
As usual, gw memulai aktivitas di gw di luar rumah pertama kalinya pada hari itu untuk ngegym karena ada kelas yang sudah diniatkan ikut di Celebrity Fitness FX lifestyle centre. Perjalanan yang ditempuh cukup jauh dengan menggunakan 2 transportasi berbeda yaitu kereta dari Sta. Tj. Barat dilanjutkan dengan kopaja nomor 19 ke FX. Semua berjalan seperti biasa hingga tiba waktunya gw ganti baju di ruang ganti. Setelah selesai ganti baju, gw mengecek tab gw karena gw belum mendapatkan kabar dari temen gw, F. Waktu gw ngecek, ternyata F sudah nge-line gw dan bertanya apakah gw sudah di FX. Di saat akan membalas pesannya,ternyata F menelepon.
F: Bang, udah dimana?
T: Udah di FX fan, lagi ganti baju, napa?
F: Kau mau ngegym di FX kali ya? Aku tiba-tiba agak malas.
T: Kenapa emang? Aku sih terserah aja.
F: Gini, tadi aku ngecek-ngecek di web. Ada kelasnya Frans di PI. Kelas insanity. Kau mau kesana gak?
T: Lah, kok gitu, kenapa gak disini aja? Aku udah ganti semua loh. Disini ajalah.
F: Iya sih, tapi gimana ya, aku agak malas sama trainernya. Tapi itu Frans, dia enak ngajarnya. Toh kelasnya juga sama-sama insanity. Kau beneran gak mau pindah?
T: Duh, terserah sih fan, tapi aku mesti gimana ini? Apa gak telat?
F: Gak, kelasnya jam 7. Masih sempat kita kesana. Ya udah, cepat, keluarlah sekarang.
T: Lah, jadi kita gak jadi nge-gym disini?
F: Gak. Kita di PI ajalah ya.
T: Aku ke bawah atau gimana? Bentarlah, kukembalikan dulu lah ini -_-"
F: Gak, aku ke atas aja, ketemu di lantai 4 aja.
(dengan pakaian yang sudah benar-benar siap untuk olahraga, gw beres-beres dan membalikkan handuk ke counter dengan muka tidak tahu malu)
T: Mas, gak jadi nge-gym disini ya. Teman saya lagi gak pengan disini. Handuknya masih bersih kok.
Mas Counter: Ya udah, gak apa mas.
Langsung gw cabut dengan harga diri yang sudah diobral ke khayalayak ramai up to 90%. Sesaat setelah keluar, gw ketemu F dan jalan bareng ke bawah untuk mencari taksi. Taksi dapat, happy ending sampai PI untuk insanity class. Malahan, kami tiba jauh lebih cepat dan harus menunggu sekitar 40 menit lebih.
Moral of the story:
Labil-labil begini ini yang agak susah dilakukan di jakarta. Kenapa??? Jakarta macet masbro mbaksis. Gw paling gak bisa terjebak di kemacetan. Traffic jam makes me go crazy. Planning for future is a necessity. Mbok ya kalo mau pindah tempat jangan M-berapa gitu. J-1 udah paling bisalah ya. So, jangan sampai kelabilan Anda datang di saat-saat mepet. Kalo udah terjadi, tetap berdoa pada Yang Maha Kuasa supaya dilancarkan dengan segala kelabilannya. Semoga rencana Anda dapat terlaksana dengan segala rintangan yang ada. Bye!!!
*see you in the next #labilicious
It took 7 minutes to walk
Inilah yang terjadi jika liburan tanpa planning yang benar-benar matang. Matang disini maksudnya adalah sampai kepada teknis-teknis di perjalanan.
Pergi keluar negeri bukanlah kali pertama yang gw lakukan. Sebagai orang yang travelholic, perjalanan lintas kota atau negara menjadi hal yang biasa. Oleh karena itu, pergi ke SG dalam rangka untuk melepaskan penat di minggu dengan hari libur kejepit terbanyak di dunia sepertinya adalah hal yang tepat.
Namun kepergian ini dimulai dengan start yang cukup terseok-seok. Kenapa? Karena tim (red: teman-teman travelling) yang ke SG kali ini berangkat dengan pesawat terpisah dan jam yang berbeda-beda pula.
Gw berangkat pukul 20.25 dengan Jetstat Airways. Y dan S berangkat pukul 19.40 dengan Tiger Airways. D, I, dan Abangnya D pergi lebih siangan (kurang tau jam berapa) dengan Tiger Airways.
Sebelumnya, kami janji sesaat setelah sampai di Changi, kami akan mencari wifi atau booth komputer untuk internetan supaya bisa bertemu di sebuah meeting point.
D yang sudah sampai lebih dahulu ternyata sudah mengirim message lewat fb 2 jam sebelum gw nyampe. S dan Y yang sampai tidak jauh dari ketibaan gw di Changi, belum juga memberikan kabar.
Tanpa basa-basi, gw langsung nyari booth komputer dengan internet dan menghubungi mereka semua via socmed (red: fb). Nobody replies my messages -_-" and it concerns me much but I have another idea. Akhirnya, gw mengaktifkan wifi dengan register di booth untuk mendapatkan sandinya. As usual, the attempts began!
Gw message via Whatsapp messenger dan DM via twitter. Akhirnya, D membalas via twitter dan Y via WA. Thank God, a light of God come upon me!!!
Kabar mengejutkan datang dari Y. Y dan S ternyata sudah keluar dari bagian Imigrasi dan sedang menunggu di luar. Why oh why?! Long story short, mereka tetap di luar sampai saat pertemuan nanti (red: pagi hari)
Merasa kebingungan, akhirnya gw memutuskan untuk bertemu D di terminal 2. Gw hanya melihat panah ke T3. Gw memutuskan untuk bertanya bagian informasi.
"How can I get to T2?"
"Go straight along this path. I takes about 7 minutes walk. After that, you take the skytrain to T2"
YAP, 7 MINUTES WALK -_-"
In desperate to meet D, I chose the "7 minutes walk" path. There's no choice! Is it that difficult just to meet other people in this airport???
After 7 minutes walk, a skytrain to terminal and couples of minute walking, I can meet the punk (red: D)
Ok, the journey will continue after I'm out of Changi :)
Escaping to Phuket Day 1
Yap, it's December guys and I started it with a trip to Phuket.
Sudah dari sebulan yang lalu gw merencanakan liburan ini. Kepenatan akan hiruk pikuk kerja di Jakarta membuat tindakan yang cukup impulsif. Untung saja cuti masih diperbolehkan di hari-hari yang mepet ini. Meninggalkan kerja atau cuti sebenarnya memiliki sensasi tersendiri karena kita sendiri tidak tahu apakah memang hal itu dibutuhkan atau tidak perlu atau malah diwajibkan.
My principle is 'on-leave is a must'!
Terinspirasi dari postingan di sosial media, saya memutuskan untuk melakukan liburan ini bersama teman-teman sekantor. And, BOOM! I bought a round-trip ticket to Phuket.
Awalnya tidak yakin apakah harus pergi karena hawa pekerjaan masih cukup menyenangkan but nobody knows what will happen in future.
The day has come and it's kinda scary because the weather is not good enough. There's a rainstorm in Terminal 3 Soekarno Hatta. Thank God the rain stopped before we took off.
My first impression when I arrived in Phuket is 'The airport has exactly the same like Indonesia'. After I got out from the airport, it's like I'm in Bali. Maybe it's because I went to beach city like Bali.
The excitement did not went down. The first thing I did after I arrived at the hotel is preparing for Patong Beach nightlife.
The Thai culinary, the ornament of the street, the club and discothique, tourist from many countries, etc filled place near Patong Beach. Actually, the things in this place did not satisfy me enough. Hingar-bingar klub malam dan turis yang didominasi oleh daerah Barat sana membuat daerah ini menjadi cukup chaos. Selain itu banyak juga aktraksi yang dilakukan di jalanan seperti street dance dan banci-banci yang memakai kostum kabaret. Klub malam disini juga menawarkan berbagai atraksi. Mulai dari klub yang biasanya menyajikan musik techno dan minuman keras hingga gay bar, strip club, pole dancing and ping-pong show.
Enough for day 1. Gw memutuskan hanya berjalan-jalan santai di daerah patong sambil mencari jalan untuk menemukan lokasi Patong Beach dari Bel Aire Resort, hotel yang gw tinggali selama disini. As usual, Thailand kaya akan makanan jalanannya dan 7 eleven atau family mart yg tersebar di berbagai jalan. Eating is my hobby and of course, I tried all of that food :)




