Archive for August 2014

#4 Labilicious: Turun Dulu, Ada yang Mau Turun

Jakarta, 11 August 2014

It's Monday, guys!!! So hectic and crowded!


Banyak orang berpendapat bahwa hari Senin adalah hari yang melelahkan, mengganggu liburan di setiap minggunya, membuat kantor ribet di setiap minggunya, dll. Hal itu gak berlaku di gw sekarang hahhaha. Di sela-sela kekosongan gw yang belum mendapat pekerjaan ini, gw menyibukkan diri dengan pergi ke gym dan mengikuti kelas-kelas yang ada disana. Hari senin adalah hari yang cukup menyenangkan buat gw karena it's the day for RAW (dancing class) at Celebrity Fitness FX.

Dancing can make your body and mind happy and healthy.
Gw bisa meluapkan segala emosi yang ada dengan menari, mengeluarkan keringat yang membantu mengeluarkan serotonin dan sekalian latihan kardio untuk mencegah penyakit jantung nantinya :)

But it's not the main point, it's just an introductory. Let the story begin
Sejujurnya gw masih gak tau cerita ini masuk ke dalam kategori labilicious atau enggak tapi cerita ini cukup lacu dan sayang kalau dibuang begitu saja.
Sore itu, seperti biasanya, gw pergi ke gym untuk mengikuti dancing class di Celebrity Fitness FX. Moda transportasi yang gw gunakan adalah commuter line dan kopaja dikarenakan gw tinggal cukup jauh dari pusat kota. Beberapa orang mengatakan, INI YANG NAMANYA NIAT. Kegiatan ini udah gw lakukan hampir sekitar 2 bulan dan sudah semakin terbiasa karenanya.

Back at the day, it was raining cats and dogs. Sudah hampir 3 jam hujannya gak berhenti padahal sekitar jam 4 gw harusnya sudah bergerak dari apartemen gw. Jam sudah menunjukkan jam 4 lewat. Beberapa menit kemudian, hujan sedikit mereda, walaupun masih cukup deras sebenarnya tetapi bila dibandingkan menghadapi macetnya sudirman, lebih baik gw menerobos hujan hahaha

Bermodalkan baju kaos, celana pendek, sandal jepit dan payung putih egois Daiso, gw memulai perjalanan gw yang cukup menderita. Didera hujan dan becek tidak membuat gw patah semangat apalagi hanya disiram becek dari mobil dan motor (yang ini lebih parah sih). Sampai di sta. Tj. Barat, gw pergi ke sta Sudirman dilanjut dengan kopaja no 19 ke FX.

This is the fun part
Gw sampai sekitar jam 5an dan dapat tempat duduk di kopaja. Tidak disangka-sangka, ternyata kopaja ini semakin lama semakin penuh dan semakin sesak sampai hampir tidak ada lagi ruang pergerakan di dalam. Hal yang membuat kesal adalah orang semakin banyak yang naik tetapi sedikit yang turun. Tibalah saatnya gw harus turun karena kopaja sudah melewati halte busway Polda. Gw berdiri dengan susah payah dan bergeser sedikit demi sedikit hingga ke bagian pintu belakang dimana gw mendapati mas-mas kopajanya di belakang sana. Gw langsung menyebutkan tempat gw turun.

Gw: Mas, GBK ya.
MK (Mas Kopaja): OK

(beberapa saat kemudian, MK mengetuk-ngetukkan koinnya ke pintu pertanda sang supir untuk berhenti, ternyata ada seorang mbak juga yang hendak naik)

MK: turun sini mas

(saat gw hendak bergegas turun, si mbak ini langsung dengan tiba-tiba)

MK: wah, ligat juga mbak ini. Turun dulu mbak
Gw: (muka bingung, gak tau apa yang terjadi, hanya bisa memandang)

(dengan luar biasa, kopaja tetap berhenti di tengah jalan)

MK: wah, lw turun dulu. Ada yang mau turun.

(si mbak ini tetap diam, MK bergerak ke luar pintu belakang)

MK: lw turun dulu (sambil narik baju mbaknya dikit, mungkin biar nalar kali ya). Ini ada yang mau turun, nanti naik lagi.

(Akhirnya mbak labil ini turun, sumpah gw gak ngerti apa yang terjadi tetapi ini makan waktu sekitar 1 menitan. Mantap juga ya hahaha)

MK: Tuurun sekarang mas.

(Akhirnya gw turun dan ternyata masih harus jalan sekitar 20 langkah lagi untuk sampai ke jembatah halte busway GBK)

Gw melanjutkan perjalanan dengan senyum-senyum sendiri hingga FX. Kejadian kayak gini lumayan menghibur sebelum memulai nge-dance ampe gilak di RAW class hohoho

Moral of the story:
CONCENTRATE, guys!!!! Yap, mungkin ini hal yang biasa terjadi tetapi padatnya kota Jakarta membutuhkan pengguna jalan yang selalu sigap dan tanggap. Untung saja pada saat itu dekat halte GBK tidak ada mobil yang menunggu di belakang kopaja atau ada sesuatu di belakang yang terburu-buru. Bisa-bisa kena semprot hahaha. Hope you have a nice experience on the road, guys!

Wednesday, August 13, 2014
Posted by pratamahrs

#3 Labilicious: Nge-Gym Disana Beda dengan Disini

Jakarta, 07th August 2014

Dewasa ini, olahraga merupakan salah satu akivitas yang cukup mendasar bagi umat manusia yang hidup di daerah perkotaan apalagi kota metropolitas seperti Jakarta. Hidup di Jakarta menuntut seseorang untuk mendorong kapasitas dirinya sampai maksimal dan terkadang sampai membuat stress. Pada taraf inilah setiap orang dituntut untuk dapat meringankan beban pikiran dengan cara berolahraga (salah satunya)

Berolahraga dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun bahkan ketika seseorang berada di kantor dengan cara melakukan stretching atau olahraga kecil sebagai distraksi dari beban pekerjaan. Jika dirasa tidak cukup, orang-orang dapat melakukan kegiatan olahraga di waktu senggang seperti berlari, berenang, futsal, tenis, squash, dll. Olahraga seperti ini dapat membuat hati dan pikiran lebih bahagia dan tentunya body yang cukup ok jika dilakukan secara rutin.

Tidak hanya olahraga yang dilakukan di lapangan tetapi juga ada olahraga yang dilakukan di dalam ruangan dengan berbagai alat untuk mengeluarkan keringat dan membuat hati senang. That's what they called GYM. Yap, fenomena tempat fitness sudah menjamur di masyarakat. Bukan hanya sebagai tempat untuk mengeluarkan keringat saja (break some sweat untuk istilah kerennya), tetapi juga untuk membentuk body yang berotot dan prima dengan latihan beban. Selain itu, tempat gym juga menawarkan kelas-kelas yang menarik untuk diikuti seperti Dancing Class, Yoga Class, Cardio Class, dan masih banyak lagi kelas yang tidak kalah seru.

Ok, let's cut the crap and go to the fun part

As usual
, gw memulai aktivitas di gw di luar rumah pertama kalinya pada hari itu untuk ngegym karena ada kelas yang sudah diniatkan ikut di Celebrity Fitness FX lifestyle centre. Perjalanan yang ditempuh cukup jauh dengan menggunakan 2 transportasi berbeda yaitu kereta dari Sta. Tj. Barat dilanjutkan dengan kopaja nomor 19 ke FX. Semua berjalan seperti biasa hingga tiba waktunya gw ganti baju di ruang ganti. Setelah selesai ganti baju, gw mengecek tab gw karena gw belum mendapatkan kabar dari temen gw, F. Waktu gw ngecek, ternyata F sudah nge-line  gw dan bertanya apakah gw sudah di FX. Di saat akan membalas pesannya,ternyata F menelepon.

F: Bang, udah dimana?
T: Udah di FX fan, lagi ganti baju, napa?
F: Kau mau ngegym di FX kali ya? Aku tiba-tiba agak malas.
T: Kenapa emang? Aku sih terserah aja.
F: Gini, tadi aku ngecek-ngecek di web. Ada kelasnya Frans di PI. Kelas insanity. Kau mau kesana gak?
T: Lah, kok gitu, kenapa gak disini aja? Aku udah ganti semua loh. Disini ajalah.
F: Iya sih, tapi gimana ya, aku agak malas sama trainernya. Tapi itu Frans, dia enak ngajarnya. Toh kelasnya juga sama-sama insanity. Kau beneran gak mau pindah?
T: Duh, terserah sih fan, tapi aku mesti gimana ini? Apa gak telat?
F: Gak, kelasnya jam 7. Masih sempat kita kesana. Ya udah, cepat, keluarlah sekarang.
T: Lah, jadi kita gak jadi nge-gym disini?
F: Gak. Kita di PI ajalah ya.
T: Aku ke bawah atau gimana? Bentarlah, kukembalikan dulu lah ini -_-"
F: Gak, aku ke atas aja, ketemu di lantai 4 aja.

(dengan pakaian yang sudah benar-benar siap untuk olahraga, gw beres-beres dan membalikkan handuk ke counter dengan muka tidak tahu malu)

T: Mas, gak jadi nge-gym disini ya. Teman saya lagi gak pengan disini. Handuknya masih bersih kok.
Mas Counter: Ya udah, gak apa mas.

Langsung gw cabut dengan harga diri yang sudah diobral ke khayalayak ramai up to 90%. Sesaat setelah keluar, gw ketemu F dan jalan bareng ke bawah untuk mencari taksi. Taksi dapat, happy ending sampai PI untuk insanity class. Malahan, kami tiba jauh lebih cepat dan harus menunggu sekitar 40 menit lebih.

Moral of the story:
Labil-labil begini ini yang agak susah dilakukan di jakarta. Kenapa??? Jakarta macet masbro mbaksis. Gw paling gak bisa terjebak di kemacetan. Traffic jam makes me go crazy. Planning for future is a necessity. Mbok ya kalo mau pindah tempat jangan M-berapa gitu. J-1 udah paling bisalah ya. So, jangan sampai kelabilan Anda datang di saat-saat mepet. Kalo udah terjadi, tetap berdoa pada Yang Maha Kuasa supaya dilancarkan dengan segala kelabilannya. Semoga rencana Anda dapat terlaksana dengan segala rintangan yang ada. Bye!!!

*see you in the next #labilicious
Sunday, August 10, 2014
Posted by pratamahrs

Popular Post

Blogger templates

- Copyright © The Ink Scratches of Pratama -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -